Sabtu, 04 Januari 2014

Tugas 3 Pengantar Telematika


Middleware Telematika

Dalam dunia teknologi informasi, terminologi middleware adalah istilah umum dalam pemrograman komputer yang digunakan untuk menyatukan, sebagai penghubung, ataupun untuk meningkatkan fungsi dari dua buah progaram/aplikasi yang telah ada. Perangkat lunak middleware adalah perangkat lunak yang terletak diantara program aplikasi dan pelayanan-pelayanan yang ada di sistim operasi. Adapun fungsi dari middleware adalah:

* Menyediakan lingkungan pemrograman aplikasi sederhana yang menyembunyikan penggunaan secara detail pelayanan-pelayanan yang ada pada sistem operasi .
* Menyediakan lingkungan pemrograman aplikasi yang umum yang mencakup berbagai komputer dan sistim operasi.
* Mengisi kekurangan yang terdapat antara sistem operasi dengan aplikasi, seperti dalam hal: networking, security, database, user interface, dan system administration.

Tujuan Umum Middleware Telematika

Middleware adalah S/W penghubung yang berisi sekumpulan layanan yang memungkinkan beberapa proses dapat berjalan pada satu atau lebih mesin untuk saling berinteraksi pada suatu jaringan. Middleware sangat dibutuhkan untuk bermigrasi dari aplikasi mainframe ke aplikasi client/server dan juga untuk menyediakan komunikasi antar platform yang berbeda

Middleware yang paling banyak dipublikasikan :
* Open Software Foundation’s Distributed Computing Environment (DCE)
* Object Management Group’s Common Object Request Broker Architecture (CORBA),
* Microsoft’s COM/DCOM (Component Object Model)

Lingkungan Komputasi Dari Middleware Telematika
Suatu lingkungan di mana sistem komputer digunakan. Lingkungan komputasi dapat dikelompokkan menjadi empat jenis yaitu :

1. Komputasi tradisional,
2. Komputasi berbasis jaringan,
3. Komputasi embedded,
4. Komputasi grid.

Pada awalnya komputasi tradisional hanya meliputi penggunaan komputer meja (desktop) untuk pemakaian pribadi di kantor atau di rumah. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi maka komputasi tradisional sekarang sudah meliputi penggunaan teknologi jaringan yang diterapkan mulai dari desktop hingga sistem genggam. Perubahan yang begitu drastis ini membuat batas antara komputasi tradisional dan komputasi berbasis jaringan sudah tidak jelas lagi.
Lingkungan komputasi itu sendiri bisa diklasifikasikan berdasarkan cara data dan instruksi programnya dihubungkan yang terdiri atas empat kategori berikut ini :

1. Single instruction stream-single data stream (SISD) : Satu prosesor dan biasa juga disebut komputer sekuensial
2. Single instruction stream-multiple data stream (SIMD) : Setiap prosesor memiliki memori lokal dan duplikasi program yang sama sehingga masing-masing prosesor akan mengeksekusi instruksi/program yang sama
3. Multiple instruction stream-single data stream (MISD) : Data yang ada di common memory akan dimanipulasi secara bersamaan oleh semua prosesor
4. Multiple instruction stream-multiple data stream (MIMD) : Setiap prosesor memiliki kontrol unit, memori lokal serta memori bersama (shared memory) yang mendukung proses paralelisasi dari sisi data dan instruksi.

Kebutuhan Middleware

Middleware adalah software yang dirancang untuk mendukung pengembangan sistem tersebar dengan memungkinkan aplikasi yang sebelumnya terisolasi untuk saling berhubungan. Dengan bantuan middleware, data yang sama dapat digunakan oleh customer service, akuntansi, pengembangan, dan manajemen sesuai kebutuhan. Middleware dapat juga berfungsi sebagai penerjemah informasi sehingga setiap aplikasi mendapatkan format data yang dapat mereka proses.

Middleware tersedia untuk berbagai platform, dengan berbagai jenis. Jenis middleware yang umum dikembangkan saat ini dapat dikelompokkan dalam lima kategori besar, salah satunya adalah homegrown, yang dikembangkan khusus untuk kebutuhan internal organisasi, model RPC/ORB (Remote Procedure Call/Object Request Broker), Pub/Sub (Publication/Subscription), Message Queuing, dan TP (Transaction Processing) Monitor.

Di Linux, banyak perusahaan besar seperti IBM, BEA, dan Schlumberger yang sedang dan sudah mengerjakan berbagai sistem middleware. Salah satu produk middleware IBM untuk platform Linux adalah BlueDrekar™. BlueDrekar™ adalah middleware berbasis spesifikasi Bluetooth™ untuk koneksi peralatan wireless di lingkungan rumah dan kantor. Produk middleware ini menyediakan protocol stack dan berbagai API (Application Programming Interfaces) yang dibutuhkan aplikasi berbasis jaringan. Diharapkan adanya BlueDrekar™ di Linux ini akan mempercepat pertumbuhan aplikasi dan peralatan berbasis Bluetooth™.

Contoh lain, BEA Tuxedo™ dari BEA System, sebuah middleware transaction processing monitor yang juga mendukung model ORB, tersedia untuk berbagai platform, termasuk RedHat Linux. BEA Tuxedo memungkinkan kombinasi pengembangan aplikasi dengan model CORBA dan ATMI (Application-to-Transaction Monitor Interface). Sebuah aplikasi yang dibuat untuk Tuxedo dapat berjalan pada platform apapun yang ditunjang oleh BEA tanpa perlu modifikasi dalam kode aplikasinya.

Dalam bidang kartu magnetis (smart cards), Schlumberger adalah salah satu pengembang dan produsen CAC (Common Access Card) dan middleware CAC-nya. Produk middleware ini yang diberi nama CACTUS (Common Access Card Trusted User Suite), dapat berjalan di atas Linux. memberi kemampuan koneksi pada level aplikasi ke kartu magnetis dan fungsi-fungsi kriptografis.

ShaoLin Aptus adalah sebuah middleware untuk Linux, yang mengubah jaringan PC menjadi sebuah arsitektur jaringan komputer yang bersifat 'fit client'. Produk yang memenangkan 'IT Excellence Awards 2002' di Hong Kong ini, mengembangkan konsep ' t h i n c l i e nt' dengan memperbolehkan komputasi berbasis client. Shaolin Aptus membuat banyak klien dapat menggunakan sistem operasi dan aplikasi yang tersimpan di server melalui LAN secara transparan.

Saat ini, hampir seluruh aplikasi terdistribusi dibangun dengan menggunakan middleware. Masih menurut IDC, perkembangan segmen middleware terbesar akan terjadi dalam alat yang membantu sistem manajemen bisnis. Hal ini terjadi untuk memenuhi permintaan akan integrasi aplikasi yang lebih baik. Linux, didukung oleh bermacam produk middleware, memberikan pilihan sistem operasi dan middleware yang stabil, dengan harga yang bersaing.

Contoh-contoh Middleware

1. Java’s : Remote Procedure Call
Remote Procedure Calls (RPC) memungkinkan suatu bagian logika aplikasi untuk didistribusikan pada jaringan. Contoh :
* SUN RPC, diawali dengan network file system (SUN NFS).
* DCE RPC, sebagai dasar Microsoft’s COM.
Object Request Brokers (ORBs) memungkinkan objek untuk didistribusikan dan dishare pada jaringan yang heterogen. Pengembangan dari model prosedural RPC, –Sistem objek terdistribusi, seperti CORBA, DCOM, EJB, dan .NET memungkinkan proses untuk dijalankan pada sembarang jaringan.
2. Object Management Group’s : Common, dan Object Request Broker Architecture (COBRA)
3. Microsoft’s COM/DCOM (Companent Object Model), serta
4. Also .NET Remoting.


Manajemen Data Telematika

Pengertian
Apa sih manajemen data telematika itu? Buat kalian yang baru dalam dunia komputer pasti masih asing dengan istilah ini. Jika ditanya pasti ingatnya tentang pakar telematika saja, itupun ingat Bapak Roy Suryonya saja. Manajemen adalah proses untuk merencanakan, mengorganisasikan, mengontrol sumber daya yang ada guna mencapai sasaran agar efektif dan efisien. Data adalah deskripsi dari kejadian-kejadian yang kita hadapi atau berada di sekitar kita. Telematika adalah istilah untuk mendefinisikan telekomunikasi melalui media informatika.

Singkat kata, Manajemen Data adalah pengembangan, serta penerapan berbagai kebijakan, arsitektur, praktik maupun prosedur yang menangani siklus hidup lengkap data yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan secara benar. Dari pengertian tersebut maka dapat ditarik kesimpulan, Manajemen Data Telematika adalah rangkaian cara atau bisa juga disebut dengan prosedur yang menangani data life cycle yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut dengan menggunakan bantuan telematika. Nah dari sini saya anggap kalian sudah paham dengan definisinya, sekarang lanjut ke konsepnya.

Manajemen Data Client Dan Server

Nah loh apaan sih client? Lalu apakah server? Tenang bakalan dibahas kok :D, client-server adalah sebuah metodologi penyebaran aplikasi ke dua belah pihak dalam bidang teknologi informasi, dua pihak tersebut ialah pihak client dan pihak server. Proses pendistribusian aplikasi tersebut dibagia menjadi dua bagian yang terpisah, tapi masih dalam satu kesatuan. Mereka terhubung dalam satu mekanisme tertentu, biasanya sang server adalah tukang menyiapkan data sementara client adalah pengguna data. Bingung ya? Haha kita ambil contoh begini, misal server adalah sebuah web yang ingin dihimpun informasinya oleh client melalui sebuah proses, jadi si client akan meminta layanan dari sang server kemudian sang client pun menerima layanan yang diinginkannya. Berikut adalah ulasan mengenai masing-masing manajemen data telematika dari client maupun server.

Pihak server:

* Sang penyedia layanan, pihak server akan selalu menunggu permintaan dari pihak client. Kurang lebih seperti pembantu.
* Sesuai tugasnya, melayani dan menjawab request data yang diminta oleh pihak client. Disini dia seperti mama dedeh ditanyain mulu.
* Sebuah server dapat berkomunikasi dengan server lain dalam rangka untuk melayani permintaan pihak client. Kalo ga sanggup server ini minta bantuan ke tetangganya .
* Jenis server khusus mencakup web server, FTP server, database server, email server, file server, print server adalah macam-macam jenis server.

Pihak client:

* Sang client akan selalu memulai request ke pihak server. Kurang lebih seperti peminta-minta hehe.
* Setelah mengirim request-nya, pihak client akan menunggu reply atau balasan dari permintaanya kepada server, kurang lebih seperti menagih lah.
* Menerima balasan atas permintaannya dari server.
* Biasanya client akan terhubung pada satu waktu ke sejumlah kecil dari server.
* Biasanya berinteraksi langsung melalui user interface (antarmuka pengguna) dengan end-user (pengguna akhir).
* Khusus jenis client mencakup web browser, email client dan online chat client.


Manajemen Data Perangkat Bergerak

Komunikasi data yang bergerak, misalnya saja penggunaan protokol WAP yang digunakan untuk dapat mengakses situs internet melalui layar handphone yang kecil. Contohnya merupakan GPRS, tahu kan? Itu loh yang suka nyelip di handphone-handphone hehe. Si GPRS ini merupakan sebuah sistem transmisi paket untuk GSM yang menggunakan prinsip tunneling. GPRS tidak menawarkan laju data yang tinggi untuk multimedia yang nyata. Intinya si GPRS ini menghilangkan batas-batas yang ada untuk perangkat bergerak deh! Hebat yaa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

THX... comment yang membangun pasti membantu..